Kamis, 10 Mei 2012

ALIRAN FILSAFAT KONSTRUKTIVISME DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam keseluruhan hidup manusia. Pendidikan berintikan interaksi antar manusia, terutama antara pendidik dan terdidik demi mencapai tujuan pendidikan. Dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan, siapakah pendidik dan terdidik, apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut, merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar, yang esensial, yakni jawaban-jawaban filosofis.

Dalam proses pendidikan, aliran konstruktivisme menghendaki agar anak didik dapat menggunakan kemampuannya secara konstruktif  untuk menyesuaiakan diri dengan tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi. Anak didik harus aktif mengembangkan pengetahuan, bukan hanya menunggu arahan dan petunjuk dari guru atau sesama siswa. Kreativitas dan keaktifan siswa membantu untuk berdiri sendiri dalam kehidupan, aliran ini mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif.

Kamis, 12 April 2012

PESAWAT SEDERHANA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Manusia diberi anugerah akal oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan akalnya manusia dapat mengembangkan dirinya, bekerja mengolah dan mengelola alam, yang semuanya dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

KELISTRIKAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG MASALAH
Pemakaian energi listrik dewasa ini sudah sangat luas, bahkan manusia sangat sulit melepaskan diri dari kebutuhan dengan energi listrik. Andaikata tidak ada listrik, itu berarti tidak ada televisi, lampu penerangan, tidak ada lampu lalu lintas, dan lain-lain. Sebaliknya, dengan listrik kehidupan manusia menjadi sangat menyenangkan. Televisi, lampu penerangan, lampu lalu lintas, semua menggunakan listrik. Jadi, listrik dapat dikatakan sebagai suatu bentuk hasil teknologi yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Semakin lama tidak ada satupun alat kebutuhan manusia yang tidak membutuhkan listrik. Karena semua ini manusia tiap hari selalu berfikir bagaimana menciptakan dan menggunakan energi listrik secara efektif dan efesien.
Melalui makalah ini, diharapkan nantinya kita sebagai pendidik dapat memberikan penjelasan kepada peserta didik untuk memahami konsep dasar tentang kelistrikan. Dari masalah arus listrik, sampai pada pemanfaatan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari, serta mengenai penghematan energi listrik.

PANAS


PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor berbeda dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam satuan derajat panas. Kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda.
Panas adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Panas bergerak dari daerah bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah. Setiap benda memiliki energi-dalam yang berhubungan dengan gerak acak dari atom-atom atau molekul penyusunnya.

PEMANFAATAN CAHAYA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Cahaya merupakan suatu bentuk energi yang sangat penting yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Tanpa adanya cahaya kehidupan di bumi pun dipastikan tidak dapat berjalan sempurna. Semua makhluk hidup menggantungkan hidupnya baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberadaan cahaya.
Tanpa dipungkiri, manusia juga sangat bergantung terhadap keberadaan cahaya. Tanpa cahaya kita tidak akan bisa apa-apa, sebagai contohnya proses melihat meskipun mata kita normal tapi jika tidak ada cahaya maka kita tidak akan bisa melihat. Begitu pentingnya peranan cahaya bagi makhluk hidup, oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas cahaya secara fisika.

UDARA


BAB I
PENDAHULUAN

Udara di bumi memiliki beberapa unsur yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan. Manusia sangat membutuhkan udara dengan cara menghirup dengan pernapasan untuk keperluan pertukaran zat di dalam tubuh. Udara tidak berbentuk, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak bisa dirasakan, kecuali jika sudah bergerak.
Jika kita menatap langit di saat cuaca cerah,sepertinya udara terasa sangat bersih. Namun, sesungguhnya udara banyak mengandung debu yang berasal dari pembakaran hutan, asap pabrik, asap rokok, dan asap kendaraan-kendaraan roda dua atau roda empat,serta garam sebagai percikan air di atas lautan. Debu dapat bermanfaat sebagai inti pengembunan di atmosfer, tetapi jika dalam jumlah besar, debu dapat mengganggu penglihatan dan kesehatan.
Tumbuhan sangat membutuhkan beberapa unsur terutama karbon dioksida dan nitrogen, maka pertumbuhannya dapat tergangu. Akan tetapi, nitrogen tidak dapat diambil oleh tumbuhan secara langsung dari udara, melainkan harus mendapatkan bantuan petir (kilat). Nitrogen di udara dapat dibawa oleh air hujan masuk ke dalam tanah dan di dalam tanah itulah nitrogen dapat dihisap oleh tumbuhan melalui akar-akarnya.

PENILAIAN PORTOFOLIO


PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Untuk itu pemerintah dengan segala keterbatasannya sudah berusaha untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan berbagai cara. Salah satu yang sudah dilakukan pemerintah adalah penggatian kurikulum yang dinilai lebih sesuai. Dimana, jika dulu pemerintah menetapkan kurikulum 1994 dengan basis teori behavoristik yang berakibat pada teacher center pada model pembelajarannya, sekarang pemerintah sudah mempunyai paradigma baru yang dinilai lebih sesuai. Paradigma baru tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang lebih menekankan kepada eksplore potensi siswa. Kurikulum ini adalah lanjutan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi. KTSP berbasis pada teori konstruktivistik yang lebih mendalam bagi pengembangan kreativitas siswa dibanding dengan teori behavioristik.
Pada kurikulum KTSP yang telah ditetapkan ini, lebih menekankan adanya berbagai kreativitas guru dalam menyempurnakan pembelajaran. Pembelajaran di sekolah mencakup beberapa proses yaitu input, proses dan output. Dalam input diantaranya terdiri dari pengetahuan siswa. Pada proses diantaranya mencakup berbagai metode yang diterapkan oleh guru untuk menyampaikan materi. Sedangkan pada Output terdapat tahapan penilaian untuk mengetahui keberhasilan yang telah dicapai.
Penilaian adalah proses output yang sangat penting untuk mengukur keberhasilan tujuan yang telah diterapkan dalam kurikulum. Penilaian sendiri mempunyai berbagai metode yang dapat digunakan oleh guru. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai penilaian portofolio untuk menambah wawasan para calon pendidik yang nantinya dapat diterapkan dalam praktek di sekolah.