Kamis, 12 April 2012

PEMANFAATAN CAHAYA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Cahaya merupakan suatu bentuk energi yang sangat penting yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Tanpa adanya cahaya kehidupan di bumi pun dipastikan tidak dapat berjalan sempurna. Semua makhluk hidup menggantungkan hidupnya baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberadaan cahaya.
Tanpa dipungkiri, manusia juga sangat bergantung terhadap keberadaan cahaya. Tanpa cahaya kita tidak akan bisa apa-apa, sebagai contohnya proses melihat meskipun mata kita normal tapi jika tidak ada cahaya maka kita tidak akan bisa melihat. Begitu pentingnya peranan cahaya bagi makhluk hidup, oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas cahaya secara fisika.

UDARA


BAB I
PENDAHULUAN

Udara di bumi memiliki beberapa unsur yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan. Manusia sangat membutuhkan udara dengan cara menghirup dengan pernapasan untuk keperluan pertukaran zat di dalam tubuh. Udara tidak berbentuk, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak bisa dirasakan, kecuali jika sudah bergerak.
Jika kita menatap langit di saat cuaca cerah,sepertinya udara terasa sangat bersih. Namun, sesungguhnya udara banyak mengandung debu yang berasal dari pembakaran hutan, asap pabrik, asap rokok, dan asap kendaraan-kendaraan roda dua atau roda empat,serta garam sebagai percikan air di atas lautan. Debu dapat bermanfaat sebagai inti pengembunan di atmosfer, tetapi jika dalam jumlah besar, debu dapat mengganggu penglihatan dan kesehatan.
Tumbuhan sangat membutuhkan beberapa unsur terutama karbon dioksida dan nitrogen, maka pertumbuhannya dapat tergangu. Akan tetapi, nitrogen tidak dapat diambil oleh tumbuhan secara langsung dari udara, melainkan harus mendapatkan bantuan petir (kilat). Nitrogen di udara dapat dibawa oleh air hujan masuk ke dalam tanah dan di dalam tanah itulah nitrogen dapat dihisap oleh tumbuhan melalui akar-akarnya.

PENILAIAN PORTOFOLIO


PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Untuk itu pemerintah dengan segala keterbatasannya sudah berusaha untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan berbagai cara. Salah satu yang sudah dilakukan pemerintah adalah penggatian kurikulum yang dinilai lebih sesuai. Dimana, jika dulu pemerintah menetapkan kurikulum 1994 dengan basis teori behavoristik yang berakibat pada teacher center pada model pembelajarannya, sekarang pemerintah sudah mempunyai paradigma baru yang dinilai lebih sesuai. Paradigma baru tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang lebih menekankan kepada eksplore potensi siswa. Kurikulum ini adalah lanjutan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi. KTSP berbasis pada teori konstruktivistik yang lebih mendalam bagi pengembangan kreativitas siswa dibanding dengan teori behavioristik.
Pada kurikulum KTSP yang telah ditetapkan ini, lebih menekankan adanya berbagai kreativitas guru dalam menyempurnakan pembelajaran. Pembelajaran di sekolah mencakup beberapa proses yaitu input, proses dan output. Dalam input diantaranya terdiri dari pengetahuan siswa. Pada proses diantaranya mencakup berbagai metode yang diterapkan oleh guru untuk menyampaikan materi. Sedangkan pada Output terdapat tahapan penilaian untuk mengetahui keberhasilan yang telah dicapai.
Penilaian adalah proses output yang sangat penting untuk mengukur keberhasilan tujuan yang telah diterapkan dalam kurikulum. Penilaian sendiri mempunyai berbagai metode yang dapat digunakan oleh guru. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai penilaian portofolio untuk menambah wawasan para calon pendidik yang nantinya dapat diterapkan dalam praktek di sekolah.

METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM BASED LEARNING


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan memegang peranan yang  sangat penting dalam kehidupan manusia.dengan adanya pendidikan maka akan dapat membantu manusia dalam mengembangkan diri sehingga mampu menghadapi permasalahan yang terjadi dalam kehidupannya.
Dalam mengelola proses belajar mengajar di dunia pendidikan diperlukan suatu keterampilan tertentu oleh guru untuk menyampaikan sesuatu materi  pelajaran sesuai dengan target yang telah diterapkan oleh kurikulum.penyampaian materi oleh guru supaya berhasil mencapai  tujuannya perlu memperhatikan masalah yang paling penting disamping materi pelajaran yaitu penggunaan metode pengajaran.

konstruktivisme


BAB 1
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam proses pembelajaran terkadang mengalami hambatan karena banyak faktor, salah satunya adalah pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran yang tidak tepat. Hal ini menyebabkan ketidakpahaman murid-murid dalam menerima pelajaran dari gurunya. Proses pembelajaran yang terhambat mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai secara optimal.
Ketidaktercapainya tujuan pembelajaran perlu penerapan teori belajar yang harus disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Pendidikan di Indonesia membuat kurikulum baru yang memiliki fungsi untuk mengembagkan murid secara menyeluruh dan terpadu. Selain itu juga mewujudkan insan yang seimbang dan harmonis dari segi intelek, rohani, dan jasmani.. Untuk mencapai tujuan ini, guru perlu memiliki kemahiran memilih kaedah pengajaran dan pembelajaran dengan bijaksana supaya kaedah yang dipilih itu sesuai dengan murid-murid yang memiliki berbagai bakat dan minat yang berbeda. Selain itu diharapkan pula murid-murid dapat meningkatkan kemampuan memahami terhadap informasi maupun pengetahuan.
Dalam meningkatkan kemampuan diatas dapat dilakukan dengan penerapan teori belajar konstruktivistik. Dimana dalam penerapan teori konstruksivistik dalam proses pembelajaran, permasalahan muncul dibangun dari pengetahuan yang direkonstruksi sendiri oleh murid. Dari hal itu murid mencari sendiri masalah, menyusun sendiri pengetahuannya melalui kemampuan berpikir dan tantangan yang dihadapinya, menyelesaikan dan membuat konsep mengenai keseluruhan pengalaman realistic dan teori dalam satu bangunan yang utuh. Oleh karena itu, pembelajaran konstruktivistik lebih mengoptimalkan murid dalam memahami pelajaran.

KARAKTERISTIK ANAK USIA SEKOLAH DASAR


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar belakang masalah
Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar(SD). Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan juga adalah kebutuhan peserta didik. pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa.
Di samping memperhatikan karakteristik anak, implikasi pendidikan dapat juga bertolak dari kebutuhan peserta didik. Pemaknaan kebutuhan siswa SD dapat diidentifikasi dari tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, sementara kegagalan dalam melaksanakan tugas tersebut menimbulkan rasa tidak bahagia, ditolak oleh masyarakat dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya.

Rabu, 11 April 2012

UPAYA MEMAKSIMALKAN PERAN SOSIAL BUDAYA GURU SEBAGAI PENDIDIK MELALUI PERBAIKAN KOMPETENSI PROFESIONAL


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan berlangsung sepanjang hayat sebagai upaya dalam membentuk diri secara utuh dalam arti mengembangkan segala potensi. Dalam pendidikan itu terkandung pembinaan kepribadian, pengembangan potensi, dan peningkatan pengetahuan serta ada tujuan yang hendak dicapai. Selain itu, secara implisit dalam pendidikan terjalin hubungan antara pendidik dan peserta didik. Dimana dalam hubungan tersebut berlainan kedudukan dan peranan masing-masing pihak. Meskipun demikian, keduanya saling mempengaruhi guna terlaksananya pendidikan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan.,
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Dengan pendidikan manusia dapat mempunyai sikap bertanggung jawab dan dapat mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. Pendidikan Sekolah Dasar merupakan satuan pendidikan formal pertama yang mempunyai tanggung jawab untuk dapat mengembangkan sikap dan kemampuan dasar bagi siswa agar dapat menyesuaikan diri di tengah masyarakat. Sebagaimana tercantum pada PP No.28 Tahun 2005 tentang tujuan pendidikan dasar yaitu : "Pendidikan dasar memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi,anggota, masyarakat dan warga negara serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah."
Guru merupakan salah satu komponen dalam pendidikan yang ikut berandil dalam menentukan kesuksesan pendidikan. Guru sebagai pendidik tidak hanya menstranfer penegetahuan tetapi juga nilai- nilai dan keterampilan. Namun saat ini, masih terdapat guru yang belum memenuhi kompetensi-kompetensi yang menjadi prasyarat sebagai pendidik yang salah satunya kompetensi profesional guru. Seharusnya guru mempunyai pengetahuan yang luas dan mendalam mengenai bidang studinya.
Semakin berkembang peradaban manusia, semakin berkembang pula permasalahan yang dihadapi pendidikan. Hal itu menuntut pemikiran sistematik tentang pendidikan. Mengingat pentingnya peranan pendidikan dalam drama kehidupan dan  kemajuan umat manusia. Oleh karena itu, semkin perlunya bagi manusia umumnya dan pendidik khususnya senantiasa mengembangkan pemahaman yang tiada henti mengenai pendidikan yang salah satunya memiliki kompetensi profesional guru.
Perlu kita simak bahwa guru yang profesional sangat dituntut saat ini, kecuali kita akan tetap ketinggalan sebagai bangsa. Guru mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional,khususnya di bidang pendidikan, sehingga perlu dikembangkan sebagai tenaga profesi yang bermartabat dan profesional. Katanya guru merupakan titik sentral dari peningkatan  kualitas pendidikan yang bertumpu pada kualitas proses belajar mengajar. Terjadi sebuah permasalahan kenapa peningkatan profesionalisme guru tidak dijalakan secara sungguh-sungguh. Menyadari kondisi di atas, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan standar kopmpetensi dan sertifikasi guru, antara lain dengan disahkannya undang-undang guru dan dosen yang ditindaklanjuti dengan pengembangan rancangan peraturan pemerintah tentang guru dan dosen, yang kesemuanyaitu  dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru.