Rabu, 28 Maret 2012

USAHA PENCEGAHAN TERJADINYA SUATU PENYAKIT MENULAR YANG HARUS DIANTISIPASI OLEH SEKOLAH


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak-anak didiknya. Peran penting sekolah tersebut tidak hanya dalam peran mentransfer ilmu pengetahuan dan mengajarkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga peran sekolah dalam peningkatan kesehatan anak-anak didiknya.Hal ini karena kesehatan adalah hal yang sangat penting dan paling pokok dalam hidup seorang manusia, tak terkecuali anak didik di sekolah.
           Pemeliharaan dan perawatan kesehatan yang dilakukan sejak usia dini (usia sekolah dasar), akan sangat  bermanfaat bagi kesehatan anak didik tersebut pada usia –usia selanjutnya(remaja, dewasa, bahkan sampai usia tua).
            Pendidikan kesehatan sangat penting dilaksanakan di sekolah-sekolah, termasuk sekolah dasar,karena dengan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang ilmu kesehatan dan meningkatkan ketrampilan, pemeliharaan, perawatan, dan pertolongan kesehatan, yang akhirnya tertanam prinsip, sikap, dan pola hidup sehat pada anak-anak didik, secara terus-menerus sejak usia dini.
             Dalam usaha tersebut, sekolah tidak hanya sebatas menganjurkan dan mengarahkan tentang kesehatan saja,tetapi sekolah sendiri juga melaksanakan, menjaga, dan memelihara kesehatan, baik menyangkut kesehatan pribadi anak didiknya, maupun kesehatan lingkungan sekolahnya.
            Salah satu usaha tersebut yaitu usaha mencegah terjadinya suatu penyakit menular di lingkungan sekolah, terutama di kalangan anak didiknya. Apalagi mengingat anak-anak didik di tingkat sekolah dasar masih sangat rentan terhadap suatu penyakit,dan sangat mudah untuk tertulari suatu penyakit menular.
            Maka peran sekolah dalam mengantisipasi terjadinya suatu penyakit menular sangat penting artinya. Hal ini agar tujuan pendidikan tercapai, termasuk di dalamnya tercapai tujuan pendidikan kesehatan di sekolah, yakni agar peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan secara harmonis, baik fisik, mental, maupun social.
            Jika suatu sekolah tidak melakukan antisipasi atau kurang dalam usaha antisipasi terhadap terjadinya suatu penyakit menular, maka pastilah proses belajar mengajar di sekolah dan usaha pendidikan akan berjalan tidak lancar, dan sangat terganggu, yang akhirnya tujuan pendidikan di sekolah akan sulit tercapai, peserta didik terhambat dalam memperoleh prestasi belajar yang diharapkan. 

  1. Rumusan masalah
                    Berdasarkanlatar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
  1. Apa yang dimaksud penyakit menular itu?
  2. Penyakit apa saja yang termasuk penyakit menular itu?
  3. Bagaimana usaha pencegahan penyakit menular yang harus diantisipasi sekolah?

  1. Tujuan penulisan

Adapun Tujuan Penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui tentang penyakit menular.
2.      Untuk mengetahui macam-macam penyakit menular.
3.      Untuk mengetahui usaha pencegahan penyakit menular yang harus di antisipasi sekolah.


BAB II
PEMBAHASAN
A.Penyakit menular
1. Pengertian Penyakit Menular
Dalam medis, penyakit menular atau penyakit infeksi adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan faktor fisik (sepertiluka bakar) atau kimia (seperti keracunan), yang mana bisa ditularkan atau menular kepada orang lain melalui media tertentu seperti udara (TBC, Infulenza dll), tempat makan dan minum yang kurang bersih pencuciannya (Hepatitis, Typhoid/Types dll), Jarum suntik dan transfusi darah (HIV Aids, Hepatitis dll).

2. Penyebab Penyakit Menular
Penyakit menular pada umumnya disebabkan oleh penyebab
penyakit yang dapat dikelompokkan menjadi: virus, ricketsia,
bakteri, jamur, protozoa, cacing. Makhluk hidup atau
mikroorganisme sebagai pemegang peranan penting didalam
epidemiologi yang merupakan 
penyebab penyakit menular atau
disebut agen infeksi. Berbagai agen infeksi adalah:

a. Virus
Virus adalah organisme yang amat halus. Karena amat halusnya
itu tidak dapat kita lihat dengan mikroskop biasa. Untuk itu
diperlukan suatu mikroskop elektron, yakni mikroskop yang dapat
membesarkan sampai 1000000 kali. Jenis-jenis virus yang dapat
menimbulkan penyakit banyak juga, antaranya yang dapat
menimbulkan penyakit-penyakit cacar, gondongan, influensa,
selesma, penyakit lumpuh anak-anak, penyakit anjing gila,
trachooma, dan lain-lain.
Flu Burung, dapat menular dari ayam ke manusia yang cocok dan
lemah.

b. Ricketsia
Rickettsia ialah benda-benda hidup yang juga amat halus, tetapi
tidak sehalus virus. Besarnya boleh dibilang antara besar virus
dan besar bakteri. Untuk dapat melihat rickettsia juga diperlukan
mikrsokop elektron. Penyakit-
penyakit yang ditimbulkan oleh
rickettsia
 ialah: shoptyphus, scrubtyphus exanthematicus dan
lain-lain.

c. Bakteri
Bakteri ialah organisme yang amat halus, tidak dapat dilihat
dengan mata. Untuk dapat melihatnya diperlukan mikroskop.
Dengan alat ini organisme-organisme itu dapat diperbesarkan
sampai beratus- ratus kali. Tubuh bakteri terdiri dari bermacam-macam
zat telur yang belum jelas susunanya, tidak berzat hijau
daun, intinya tidak jelas. Cara berkembang biaknya ialah dengan
membelah diri. Ada bakteri yang menimbulkan penyakit-penyakit,
adapula yang tidak, bahkan ada pula yang menguntungkan
manusia. Menurut bentuknya bakteri dibagi dalam beberapa
golongan yakni:
1. Coccus: bentuknya seperti peluru. Inipun bermacam-macam
pula: staphylococ, pneumococ, streptococ, gonococ,
meningococ.
2. Basil: bentuknya seperti batang. Macam-macam basil: basil
TBC, basil lepra, basil dysenterie, basil tetanus, basil pes, dan
lain- lain.
3. Spiral: bentuknya seperti spiral.
4. Vibrio dapat dimasukkan dalam golongan ini (bentuknya
seperti koma ).

Yang menimbulkan penyakit framboesia dan syphilis ialah
sebangsa spiral yang disebut spirochaet. Sebagian besar dari
bakteri-bakteri tersebut hidup di alam bebas dan hidupnya dari
benda-benda mati. Tanpa bakteri-bakteri ini maka dunia akan
penuh dengan bangkai-bangkai tumbuh-tumbuhan atau hewanhewan;
jadi bakteri-bakteri itu malah menguntungkan manusia.
Bakteri-bakteri yang hidupnya dari benda-benda mati disebut
saprophyta. Di antara bakteri-bakteri ada golongan kecil yang
hidupnya selalu merugikan makhluk-makhluk yang
ditumpanginya. Bakteri-bakteri itu disebut parasit-parasit.
Makhluk-makhluk yang ditumpangi, disebut tuan rumah, dalam
bahasa asing hospes. Bakteri-bakteri yang dapat menimbulkan
penyakit disebut bakteri-bakteri patogen,

d. Cendawan
Cendawan ialah benda-benda hidup yang termasuk dalam
golongan tumbuhan-tumbuhan tidak berzat hijau daun, jadi
hidupnya tergantung pada benda-benda hidup lainya atau
tergantung dari makanan-makanan yang sudah tersedia. Ada
cendawan-cendawan yang tubuhnya hanya terdiri dari 1 sel saja,
(misalnya sel-sel ragi), adapula yang tediri dari banyak sel-sel
yang berderet-deret dan bersimpang siur seperti benang, disebut
micellium. Ada cendawan-cendawan yang hidup di alam bebas,
ada yang hidup pada tumbuhan-tumbuhan lainya, adapula yang
hidup pada binatang-binatang dan manusia. Di antaranya ada
yang menguntungkan, adapula yang merugikan (menimbulkan
penyakit-penyakit). Jenis-jenis jamur yang menguntungkan
manusia antara lain ialah Penicillium notatum. Dari jamur ini
dibuat orang obat yang terkenal penicillin. Dari jamur yang
disebut Streptomyces griseus disebut obat streptomycin. Obatobat
tersebut di atas terkenal sebagai antibiotica. 
Penyakit-penyakit,
pada manusia yang disebabkan oleh bangsa cendawan
antara lain ialah panau.

e. Cacing
Golongan cacing, yakni bermacam-macam cacing perut seperti
ascaris (cacing gelang), cacing kremi, cacing pita, cacing
tambang dan sebagainya. 



B. Beberapa macam penyakit menular
C. Usaha pencegahan penyakit menular yang harus di antisipasi oleh sekolah




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
      Keadaan kesehatan peserta didik sangat berpengaruh dalam prestasi belajar dan prestasi hasil pendidikan. Oleh karena itu sekolah harus memperhatikan kesehatan peserta didiknya,baik kesehatan fisik, mental, maupun kesehatan sosialnya.
      Usia anak sekolah dasar adalah usia yang masih sangat rentan dengan berbagai penyakit, lebih- lebih penyakit menular. Mereka sangat mudah untuk tertulari suatu penyakit menular yang mewabah dan terjadi di lingkungannya.
      Oleh karena itu, antisipasi sekolah oleh para guru sangat perlu dilakukan, untuk mencegah terjadinya suatu penyakit menular di kalangan peserta didik.
       Berbagai macam penyakit menular, gejala, cara penularan,cara pengobatan, dan cara pencegahannya perlu disampaikan dan diinformasikan kepada peserta didik. Di samping itu, menjaga kesehatan lingkungan sekolah, sarana prasarana dan fasilitas sekolah lainnya, juga penting dilakukan. Dan tak kalah pentingnya, sekolah juga selalu memperhatikan perawatan dan pemeliharaan kesehatan pribadi peserta didik di sekolah, baik fisik, mental dan sosialnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar